KKP Manfaatkan Limbah untuk Bahan Alternatif Pakan Ikan Harga Ekonomis

Tingginya harga pakan ikan sebagai komponen terbesar dalam kegiatan budidaya perikanan menjadi permasalahan bag pembudidaya ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) memanfaatkan limbah sebagai bahan alternatif pakan ikan. Penyuluh Perikanan Pertama pada Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal BRSDM Mahmud Efendi mengatakan sampah rumah tangga dapat digunakan menjadi pakan maggot.

Bahan alternatif tersebut adalah larva serangga bunga dari spesies Hermetia illucens (larva serangga Black Soldier Flies disingkat BSF atau disebut maggot), yang diproduksi melalui proses biokonversi. Biokonversi adalah sebuah proses untuk mengubah bentuk dari produk yang kurang bernilai menjadi produk bernilai menggunakan agen biologi (serangga BSF). “Sampah dan limbah rumah tangga tersebut bisa menjadi alternatif pakan bagi Maggot BSF sekaligus bisa menjadi solusi permasalahan sampah yang ada baik di perkotaan maupun di pedesaan," kata Mahmud, Rabu (18/8/2021).

Read More

"Masyarakat desa pun bisa diberdayakan sejak hulu sampai hilir untuk mengolah sampah rumah tangga dengan pemanfaatan budidaya Maggot BSF ini," sambungnya. Dengan demikian, permasalahan sampah tak akan menjadi masalah lagi, justru bisa menjadi berkah bagi masyarakat dengan menjadikan budidaya pakan ikan. Menurut catatan, estimasi kebutuhan pakan pabrikan untuk ikan konsumsi dengan Food Convertion Ratio (FCR) 1,5 adalah 18.599,23 ton.

Sedangkan estimasi biaya pakan Rp222,23 miliar dan estimasi jika pakan diganti 50 persen oleh Maggot BSF dapat menghemat Rp111 miliar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.